5 Logistik Wajib Pendakian, Jangan sampai Tertinggal

“Mending tuku sate, timbang tuku weduse…” lagu yang selalu mengiringi sepanjang pendakian kemarin.  Meski dinyanyikan dengan suara standar, lagu ini tetap enak didengar, lho… Nggak tau, apa karena liriknya yang membangkitkan selera makan ya…. Meski sebenarnya kita nggak ada yang bawa sate kambing ke gunung… haha. Tapi nggak masalah, masih ada pemain penggantinya yaitu sate tempe. Didampingi oleh sayur sop dan kornet sapi, menambah kenikmatan nasi putih yang masih terasa kurang matang. Sebuah sarapan pagi yang sangat nikmat di bawah langit yang berselimut kabut. Minumannya pun tidak kalah nikmat, perpaduan apik antara teh, gula, buah jeruk dan madu. Makanan ringan pun mulai keluar dari kulkas para pendaki, menemani obrolan pagi. Duduk melingkar, mengelilingi makanan sambil minum teh hangat, saling bertukar pengalaman, cerita-cerita konyol dan bercanda seperti biasa. 

Suasana pagi yang akan selalu kita rindukan setiap bangun tidur. Lelahnya perjalanan semalam terbayar lunas dengan indahnya matahari terbit di ufuk timur. Bersama secangkir teh panas dan sebungkus biskuit menambah suasana makin assoyyy. Momen yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang mampu berdamai dengan hatinya. Melepaskan diri dari semua beban rutinitas hidup. Merenungi hidup bersama alam, dan menikmatinya dalam setiap hembusan nafas. Tapi… ngomong-ngomong bicara soal makanan, kira-kira makanan apa ya, yang cocok dibawa saat mendaki gunung? Nah… Sobat Muncak, dimana pun kalian berada, pada kesempatan kali ini kami ingin sedikit sharing tentang makanan yang cocok dibawa ke saat mendaki gunung, tentunya ini sifatnya tidak wajib karena kembali kepada selera setiap orang.  Langsung saja menu yang cocok dibawa saat mendaki adalah sebagai berikut :

1. Makanan Pokok

 
Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia, bahkan saking pokoknya orang yang meskipun udah makan roti, mie, lontong, dll, tapi kalo dia belum makan nasi, dia merasa belum makan. Beras ini juga bisa diganti dengan makanan lain seperti kentang, roti gandum, oatmeal, dan makanan yang mengandung karbohidrat lain.  Tentunya pemilihan menu tersebut dengan berbagai pertimbangan, misalnya pertimbangan tentang lamanya waktu pendakian, kondisi medan, ketersediaan sumber air, dll.

2. Lauk Pauk
 
Nasi anget dimakan dengan sambel bawang bersama telur dadar tentunya menjadi penggugah selera makan, apalagi makannya diatas gunung yang suhunya dingin-dingin asoyyy. Selain rasanya yang enak, telur ayam juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Telur Ayam mengandung energi sebesar 154 kkal, protein 12,4 g, karbohidrat 0,7 g, lemak 10,8 g, kalsium 86 mg, fosfor 258 mg, dan zat besi 3 mg. Wow… lengkapnya. Selain itu di dalam telur ayam juga terkandung vitamin A sebanyak 200 IU, vitamin B1 0,12 mg dan vitamin C 0 mg. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram telur ayam negeri, atau yang sering kita sebut dengan telur ayam boiler. Gimana, hebat bukan kandungan telur ayam?

Tapi perlu dipikirkan juga cara membawa telur ayam ini, jangan sampai nanti ketika mau digoreng telurnya udah pecah semua. Sekarang berbagai alat-alat inovasi outdoor sudah banyak dibuat kok. Kalian bisa dengan mudah mencari tempat telur di toko-toko outdoor, jadi nggak perlu khawatir telur kalian akan pecah. Oh iya, jangan lupa bawa minyak atau mentega untuk menggorengnya. 

Ngomongin soal lauk ini kan banyak jenisnya, kenapa yang di omongin cuma telur doang? Karena menurut kami, telur itu paling yahut, Sob…. Masaknya nggak ribet dan gizinya juga oke. Tapi bagi Sobat-sobat yang nggak doyan dengan yang namanya telur, bisa bawa sumbernya kok. Hehe… Bisa bawa ayam, bebek, kambing, sapi, dll. Atau yang instant aja seperti bakso, nugget, sosis, kornet, sarden, dll. Apa malah mau yang istimewa, sekelas hotel bintang sepuluh seperti tahu, tempe, ikan asin, dll. Itu semua tergantung selera dan budget kalian masing-masing ya.

3. Sayur dan Buah
 
Meski terkesannya rempong dan nggak praktis, tapi membawa sayur dan buah itu sangat penting. Kandungan vitamin dan mineralnya sangat bermanfaat untuk memenuhi asupan nutrisi tubuh, sehingga selama aktivitas pendakian, tubuh terasa fit dan segar. Jika selama ini belum pernah mencobanya, silahkan dipraktekkan sendiri menu ini. Dijamin pendakian kamu akan sangat menyenangkan. Buah yang kamu biasa makan di rumah, akan berubah menjadi buah yang paling nikmat dan segar ketika kalian memakannya di gunung. Buah yang cocok dibawa ke gunung diantaranya adalah pisang, apel, pir, jeruk, anggur, klengkeng, dll. Bawanya juga nggak usah banyak-banyak, cukup bawa pisang satu tandan, apel 2 kg, dll, nanti sampe di atas gelar jualan… haha. Nggak lah, bercanda, secukupnya aja. Kalo aku dulu pengalaman, waktu ikut pendakian massal, ada yang bawa durian, Yaelah… baunya…. bikin ngiler.

4. Jelly

Mendaki gunung bersama banyak orang, tentu mengasyikkan. Apa lagi kalo makanan yang dibawa banyak, dan dia suka berbagi. Berbagai jenis makanan masuk ke perut. Hal ini jika tidak diimbangi dengan serat yang cukup, bisa menjadi masalah di sistem pencernaan kita. Nah, agar kebutuhan serat kita tercukupi dengan baik, kita bisa mengkonsumsi jelly. Jelly ini selain nikmat, membuatnya pun tidak terlalu sulit. Sebelum tidur kita bisa memasaknya  dalam air, dengan ditambahkan gula sesuai selera, setelah itu tinggal tidur, paginya jelly sudah siap kita santap. Tapi siap-siap ritual setelah itu…haha.

5. Minuman

Menikmati coklat panas dalam tenda yang berselimutkan suhu dingin, tentunya suatu hal yang dirindukan oleh setiap pendaki. Tenaga yang sudah terkuras selama pendakian seakan terisi kembali. Minuman merupakan hal pokok yang harus dibawa saat mendaki gunung. Hal itu disebabkan karena tubuh manusia sebagian besar tersusun atas air. Maka persiapkan perbekalan minuman yang cukup selama pendakian, jangan pernah meremehkan alam. Jangan terlalu banyak, tapi juga jangan sampai kekurangan. Usahakan tidak membawa minuman kaleng atau yang berbotol kaca, karena itu pasti akan lebih berat. Nggak masalah juga sih, kalo kalian ingin bawa, tapi ingat, jangan pernah tinggalkan bekas kaleng dan botolnya di atas gunung ya!!!. Kalo kalian sampai meninggalkan kaleng dan botol itu diatas gunung, kita sumpahin kalian jadi banci kaleng, biar tau rasa…haha.
 
Apapun bekal logistik yang Sobat-sobat bawa, asupan makanan selama pendakian itu yang penting sehat. Mungkin ini dulu ya Sob, yang bisa kita bagi untuk kalian pada kesempatan kali ini. Selamat mendaki, dan tetap jaga alam kita.
Salam Lestari
Baca Lainnya:   Pendaki Remaja Tersesat Selama 3 Hari Di Merbabu

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *