6 Tips Pendakian Di Saat Bulan Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi Sobat Muncak yang menjalankan. Sobat Muncak yang sedang berpuasa tetap semangat dalam beraktifitas ya, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan lho Sobat, jadi jangan sia-siakan kesempatan bulan suci ini untuk melakukan kebaikan, apapun itu.

Memasuki bulan Ramadhan nih, apakah ada yang Muncak bahas? Tentu saja ada, bulan Ramadhan bukan berarti konten tentang pergunungan dan pendakian akan habis. Nah, tau nggak Sobat, kegiatan pendakian itu tidak hanya dilakukan di bulan selain bulan Ramadhan lho. Dalam kenyataannya, ada saja tuh sebagian pendaki yang melakukan pendakian di bulan Ramadhan tanpa harus mengeluh dengan kondisi lapar.

Pertanyaan kita pasti sama, kok bisa? Pasti bisa dong. Tanpa kita sadari tubuh kita itu mampu bertahan untuk tidak makan dan minum selama 3 hari lho Sobat. Tapi ingat ya hal tersebut tidak disarankan untuk dilakukan. Nah, dengan perkiraan maksimal 3 hari tidak makan dan minum, jika dibandingkan dengan kita yang hanya menahan makan dan minum selama 14 jam itu bukanlah perkara sulit Sobat. Yang jelas kita hanya perlu pembiasaan.

Jadi tidak perlu berlama-lama lagi, langsung saja Muncak.id akan membagikan 6 tips pendakian di saat bulan Ramadhan.

  1. Sebelum mendaki, biasakan tubuh terhadap kondisi puasa

    kampung-ramadhan

    Pergi ke kampung ramadhan adalah salah satu cara yang efektif dalam pembiasaan puasa (www.majelisnurhidayah.com)

Sobat, dibandingkan saat bulan-bulan biasa, di saat bulan puasa maka akan terasa daya tahan tubuh sedikit menurun dari sebelumnya. Oleh karena itu, disarankan untuk membiasakan diri terlebih dahulu fisik kita terhadap kondisi puasa. Biasanya kalau hari pertama puasa kan terasa tuh kosongnya, tapi kalau sudah memasuki hari ke-7 atau minggu ke-2 pasti akan tiba masanya keadaan dimana rasa kosongnya perut akan biasa-biasa saja. Biar tambah semangat, Sobat bisa juga pergi ke kampung ramadhan yang ada di kota Sobat masing-masing. Kondisi tersebut juga boleh diimbangi dengan olahraga ringan lho Sobat, misal jogging atau bersepeda. Itung-itung menjaga tubuh agar tetap fit.

  1. Pilihlah gunung yang sekiranya mudah untuk didaki

    signboard-gunung-andong-magelang-600x385

    Pilihlah gunung yang cukup mudah untuk didaki (wisatane.com)

Ya, ini perlu. Pertimbangkan secara matang tentang gunung yang akan didaki. Sesuaikan dengan kemampuan diri kita saja Sobat, tidak usah memaksakan diri untuk mendaki gunung yang tinggi dengan trek yang terjal. Untuk kondisi puasa, sebaiknya pilih gunung dengan tinggi kurang dari 3000mdpl saja. Dengan tinggi tersebut, perjalanan naik tidak akan memakan waktu yang lama dan turun pun tidak terlalu nyeri untuk lutut.

  1. Lakukan pendakian saat malam hari

    25

    Pendakian malam hari tidak akan menguras tenaga dan tidak akan mudah berkeringat (mapalammtc.wordpress.com)

Setelah Sobat mendapatkan gunung yang telah dipilih, tips selanjutnya dari Muncak.id adalah melakukan pendakian saat malam hari, bagusnya sehabis Isya’ atau sehabis shalat Tarawih karena tanggungan ibadah sudah selesai. Pendakian memang memerlukan tenaga yang besar, oleh karenanya di saat bulan Ramadhan disarankan mendaki pada malam hari. Kok gitu? Iya Sobat, karena dengan malam hari itu kita bisa makan dan minum di sepanjang jalur pendakian, tanpa harus mengeluh puasa dan lapar sebagai alasannya.

  1. Bawa barang-barang seminimal mungkin (seperlunya saja)

    perkap-tempur2

    Bawa barang-barang yang seminimal mungkin namun sangat bermanfaat (www.pmtgadventure.com)

Kalau di bulan-bulan yang lain membawa barang-barang selengkap dan sebanyak apapun itu terserah Sobat, namun dalam bulan Ramadhan tetap ada pengecualian karena kekuatan dan ketahanan fisik yang menurun dari biasanya. Maka dari itu, sebaiknya bawa saja barang-barang yang diperlukan namun sangat bermanfaat. Tinggalkan barang-barang yang memiliki berat lebih, misal kamera atau peralatan makan dan minum yang terbuat dari logam. Dengan begitu maka juga akan meringankan beban kita saat turun gunung.

  1. Penuhi asupan gizi secara maksimal

    img_3538

    Mengingat puasa, penuhi asupan gizi yang maksimal saat sahur (baletutut.blogspot.co.id)

Untuk hal ini, Sobat Muncak perlu memperhatikan betul-betul. Biasanya per hari dalam standar pendakian, untuk wanita diperlukan 2600 kalori dan untuk pria diperlukan 3000 kalori. Sebagai ukuran, satu bungkus mie instan memiliki 400 kalori. Namun untuk kondisi saat puasa, sebaiknya konsumsi karbohidrat berupa nasi karena memiliki kandungan karbohidrat dan kalori yang jauh lebih baik daripada mie instan. Kemudian dilengkapi dengan protein (lauk) dan serat (sayur/buah) yang cukup. Sebagai penambah stamina dan daya tahan, boleh tambah multivitamin atau madu. Oh iya, jangan lupa minum air putih.

  1. Jika bisa, lakukan ibadah di atas

    7-tips-melaksanakan-sholat-wajib-ketika-travelling-atau-naik-gunung

    Semakin tinggi harusnya semakin dekat dengan Tuhan ya Sobat (www.piknikdong.com)

Mengingat bulan Ramadhan, sebagai insan yang ingin meraih ridho Allah secara maksimal maka disarankan untuk melakukan ibadah saat di gunung, baik itu shalat, tarawih, ngaji, dzikir. Emang boleh? Boleh saja, asal alas dan pakaiannya suci. Kalau tidak bisa semuanya, boleh kok dilakukan yang wajibnya saja, yaitu shalat. Wudhunya? Bisa, melalui mata air kalau menemui atau tayamum jika air memang susah didapat. Kiblatnya gimana? Bisa, kan smartphone sekarang ada fitur kompasnya. Ibadah yang lain? Bisa, membersihkan sampah-sampah, membantu masak bagi yang tidak puasa, dan sebagainya. Yang jelas banyak sekali amalan yang bisa dilakukan di gunung, Sobat.

Baca Lainnya:   Apa Bedanya Pemandu Gunung Lokal dan yang Profesional?

 

Itulah 6 tips pendakian saat bulan Ramadhan, Sobat. Sebelum 6 tips di atas diterapkan semuanya, yang paling terpenting adalah niat. Niat karena ingin mendaki di saat bulan Ramadhan. Jangan mendaki hanya untuk ingin membatalkan puasa dengan alasan ini capek dan sangat melelahkan, alasan tetap alasan. Kalau sudah niat, harusnya sudah mantep dalam hati dan Allah pasti membantu Sobat. Percaya deh.

Melakukan pendakian saat Ramadhan memang sangat berat. Terlebih bagi masyarakat awam mungkin kita dapat dikatakan kurang waras karena mendaki saat bulan puasa. Tetapi itu tidak menjadi masalah ketika kita tau tips-tipsnya sehingga mendaki menjadi lancar tanpa harus membatalkan puasa.

Salam Lestari!

 

Profile picture from: Blog Cahya Meythasari (hijaber dan pendaki cantik) www.cmeythasari.wordpress.com

You may also like...

2 Responses

  1. Borka says:

    Bakal lebih bantu juga kalau ngajak penduduk setempat sebagai porter. Lumayan ada yang bantu meringankan beban pendakian. Bisa jadi ladang amal buat bantu mereka tetap dapat bekerja di bulan Ramadhan dan lebih produktif. Itu kalau menurut aku. Pendapat kalian gimana?

    • Bangun Hanika says:

      Pendapat yang sangat menarik, Sobat Borka. Memang di bulan Ramadhan semua amalan akan jadi berkah dan pahala, termasuk dalam dunia gunung dan pendakian. Dan karena itulah postingan tentang Ramadhan ini dibuat, agar pendaki tidak serta merta berhenti kegiatan pendakiannya pada bulan Ramadhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *