Asupan Makanan Yang Harus Dibawa Pendaki Saat Puasa, Apa Saja?

Selamat menjalankan ibadah puasa Sobat Muncak. Bagaimana kabarnya? Apakah masih kuat? Harus kuat dong, seorang pecinta alam tidak mengenal kata lemas. Beberapa hari kemarin kita sudah bahas beberapa artikel pendakian yang terkait tentang puasa dan bulan Ramadhan. Mulai dari 6 Tips Pendakian Di Saat Bulan Ramadhan, Keuntungan Mendaki Saat Puasa, dan Turis Asing Mendominasi Pendakian Bulan Ramadhan. Nah, untuk kali ini kita akan membahas tentang logistik, yakni bekal makanan yang harus dibawa ketika puasa saat pendakian. Ingat, yang disarankan untuk dibawa lho Sobat bukan untuk dimakan saat puasa. Makannya tetap setelah buka sampai sebelum imsyak ya.

Mengapa makanan begitu penting bagi pendaki? Ya jelas penting, layaknya kendaraan makanan itu seperti bahan bakar kita. Dengan makanan, kita dapat memenuhi kebutuhan nutrisi kita setiap hari yang bahkan setiap harinya bisa berbeda-beda. Terlebih saat melakukan pendakian, nutrisi sangat diperhatikan karena pendakian memerlukan energi yang lebih besar dari biasanya. Dan untuk menghasilkan energi yang baik harus berasal dari sumber makanan yang baik yang mampu menjawab kebutuhan nutrisi tubuh seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Ngomong-ngomong tentang logistik, biasanya Sobat kalau mendaki bawa apa saja nih? Mie instan? Roti? Permen? Semua itu tidak salah untuk dibawa, karena semuanya memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing Sobat Muncak. Namun bagaimana yang disarankan untuk dibawa dalam pendakian, terlebih saat puasa? Tanpa berlama-lama lagi inilah makanan yang harus dibawa pendaki saat puasa. Check this out!

  • Sumber Karbohidrat

Karbohidrat saat mendaki diperlukan agar energi yang dihasilkan menjadi tenaga (www.indotesis.com)

Karbohidrat sangat diperlukan untuk membangun dan menghasilkan energi. Nah, untuk puasa sebaiknya bawa sumber makanan yang mengandung karbohidrat sederhana daripada harus karbohidrat kompleks. Lho kenapa begitu? Karena karbohidrat sederhana mengandung gula yang cukup tinggi serta kalori yang tinggi pula. Keuntungannya yakni gula dapat menaikkan darah di dalam tubuh sehingga dapat menghangatkan tubuh ketika malam hari. Karbohidrat sederhana juga menghasilkan energi yang lebih besar daripada karbohidrat kompleks sehingga kita tetap memiliki tenaga meskipun saat puasa. Contoh karbohidrat sederhana adalah nasi, mie instan, roti, cokelat dan lain-lain.

  • Sumber Protein dan Lemak

Beri asupan protein dan lemak Sobat agar kebutuhan nutrisi di dalam tubuh terpenuhi (www.liburansari.com)

Istilah lain biasa kita kenal dengan lauk pauk ya Sobat. Sumber protein dan lemak ini bisa kita dapatkan melalui 2 macam, yakni hewani dan nabati. Untuk hewani sangat banyak, bisa pilih ikan, ayam, daging, telur, nugget, sosis dan masih banyak lagi. Dan untuk nabati bisa berasal dari biji-bijian seperti tempe. Menurut tim Muncak.id, rekomendasi terbaik adalah tempe. Alasannya selain murah, tempe memilki kandungan gizi yang hampir setara dengan sumber protein hewani. Disamping itu juga, tempe tidak menimbulkan bau jika membusuk dan cukup tahan lama. Memasaknya mudah dan bisa dikonsumsi mentah atau matang. Namun perihal lauk pauk itu semua kembali ke pilihan Sobat, karena semua tergantung selera masing-masing.

  • Sumber serat

Pemenuhan kebutuhan serat itu dari sayur dan buah (www.intim-adventure.blogspot.co.id)

Dalam pemenuhan serat pada tubuh, terdapat 2 jenis sumber serat yang dapat dipilih yakni sayur dan buah. Untuk sayur, agar mudah mengolah dan tidak memakan waktu lama dapat disarankan untuk membuat sayur bening, sayur bayam dan sop ala kadarnya, yang terpenting kebutuhan serat terpenuhi sehingga kita tidak mengalami gangguan pencernaan saat pendakian. Selain sayur, ada buah. Buah apa saja boleh karena semua buah memiliki kandungan yang menyehatkan. Namun buah yang paling recommended ketika mendaki di bulan puasa adalah buah kurma. Buah kurma merupakan buah kesukaan Nabi Muhammad SAW ketika berpuasa, dan buah ini memiliki serat dan gula alami tinggi sehingga akan memberikan energi seketika dan mampu menahan lapar untuk waktu yang lumayan lama.

  • Sumber pendukung
1399403-large

Air kelapa sangat mampu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian puasa (www.care2.com)

Selain ketiga sumber di atas, ada sumber pendukung yang melengkapi. Sumber pendukung adalah seperti madu, nata de coco, yoghurt ataupun cemilan yang sehat. Di dalam sumber pendukung ini, yang terutama dan paling utama adalah sumber air. Ya dong Sobat, masa kita nggak memerlukan cairan selama pendakian? Air dapat digunakan sebagai memasak, minum, mencuci peralatan masak, dan membuat minuman. Ngomong-ngomong minuman, minuman yang disarankan untuk dibawa saat pendakian adalah susu dan jahe yang dapat menghangatkan badan dan memberikan gizi serta nutrisi yang cukup. Minuman lain yang lebih disarankan untuk pendakian saat puasa yakni air kelapa. Kenapa? Karena air kelapa memiliki sejumlah elektrolit untuk membangun kembali cairan tubuh yang hilang.

Baca Lainnya:   Perbedaan Guide Dan Porter Dalam Pendakian

 

Sobat, itulah beberapa asupan makanan yang harus dibawa pendaki saat berpuasa. Tetap perhatikan makanan kita saat pendakian, terlebih saat puasa. Karena makanan itu sangat penting, dan makan itu merupakan agenda wajib seumur hidup manusia. Makan merupakan ritual sambung nyawa yang artinya makan akan terus memperpanjang umur dan hidup kita.

Salam Lestari!

 

Profile Picture from: http://blog.cozmeed.com/menu-mendaki-gunung/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *