Hiking vs Trekking

Berkenalan dengan teman baru sudah menjadi kebiasaan sejak menggeluti hobi di dunia pendakian. Bagi pendaki pemula, banyak teman yang mengandalkan komunitas untuk menggali ilmu dan berdiskusi dengan teman-teman lain yang memiliki lebih banyak pengalaman, bahkan teman yang berprofesi sebagai pemandu Gunung Ijen.

 

Suatu saat kami sharing perbedaan hiking dan trekking di media sosial. Keduanya sama-sama kegiatan outdoor dengan aktivitas berjalan kaki. Sudah beberapa kali mendaki gunung, tapi belum tahu bedanya hiking dan trekking? Coba kita lihat.

 

Hiking adalah aktivitas luar ruangan dengan jalur tempuh yang sudah terpetakan. Artinya, perjalanan dilakukan pada jalur yang sudah disediakan atau dibuat. Kegiatan ini cenderung dilakukan dengan jarak dan waktu dan singkat.

 

Berbeda dengan trekking. Aktivitas ini tidak ada jalur yang tersedia. Trekking perlu membuka jalur sendiri, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama pada jarak yang lebih panjang.

 

Dilihat dari difinisi hiking dan trekking, perbedaan antara keduanya berpengarsi dan mental. Aktivitas membuka jalur baru pada trekking memerlukan kecapakan menggunakan peralatan navigasi darat dan proses mengambil keputusan. Kalau salah mengambil jalur, justru akan meningkatkan risiko tersesat.

 

Dalam dinamika kelompok, banyak orang berarti banyak pemikiran dan ide yang timbul. Konsep diri akan timbul melalui karakter masing-masing pribadi. Emosional yang terbentuk akan lebih matang dengan kegiatan trekking dibanding hiking. Tapi, semua kembali ke individu dan kemampuan mengambil pelajaran dari perjalanan.
Baca Lainnya:   Kemerdekaan di Puncak Gunung tak Sekedar Eksistensi Diri

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *