Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Jasa Guide

Sobat muncak! Tau nggak sih, betapa pentingnya guide bagi kita saat mendaki gunung? Bagi beberapa orang yang sudah expert dengan gunung dan kegiatan mendaki, guide mungkin tidak terlalu berarti bagi mereka. Namun bagi sebagian orang yang terutama belum pernah mendaki gunung ataupun yang pengetahuan tentang pendakiannya masih rendah, peran guide sangatlah penting bagi mereka karena dapat membantu menuntun dan menjamin keselamatan selama pendakian.

Terlepas dari kita pernah mendaki gunung atau belum, menggunakan guide itu merupakan pilihan bagi Sobat Muncak. Lho, kok gitu? Ya, karena semua tergantung kondisi, situasi dan pengalaman yang dimiliki pendaki, dan juga tergantung sudut pandang atau perspektif. Jadi ada kalanya perspektif satu mengatakan Guide itu sangatlah penting, namun perspektif yang lain mengatakan guide itu tidaklah wajib.

Bingung kan? Nah, daripada makin bingung dan biar tidak bertele-tele disini Muncak.id akan menjelaskan apa saja kelebihan dan kekurangan menggunakan jasa guide pendaki gunung. Mari, sobat!

Kelebihan menggunakan jasa guide:

  1. Anti tersesat saat mendaki

Bagi Sobat Muncak yang masih awam mengenai skill pendakian, guide adalah solusi yang paling utama. Guide tidak akan pernah menyesatkan sobat, mereka akan selalu membawa sobat ke jalan yang terbaik (ceilah). Guide yang berpengalaman pasti sangat tahu dan hafal beberapa jalur di gunung-gunung. Terlebih kalau Sobat yang belum pernah melakukan pendakian gunung sama sekali, Guide pasti akan memilihkan jalur yang sekiranya Sobat mampu dan bisa untuk melaluinya. Percaya deh!

  1.  Keamanan dan keselamatan jiwa lebih terjamin

Guide adalah pemandu, secara teknis juga dia bertanggung jawab terhadap siapa yang dia pandu. Guide juga sangat tahu tentang apa saja barang dan keperluan yang harus dibawa sehingga kita bisa mendaki gunung dengan aman dan selamat. Jadi bagi Sobat yang memilih menggunakan Guide tidak perlu khawatir tentang keamanan dan keselamatan jiwa saat mendaki. Pokoknya terjamin!

  1.  Mendapatkan skill mendaki dari Guide nya langsung

Apakah Sobat Muncak tahu ketika kita mendaki gunung menggunakan Guide maka kita akan lebih mendapatkan skill dan ilmu mendaki secara langsung oleh orang yang berpengalaman di bidangnya, bahkan mendapatkan secara lebih cepat ketimbang skill yang diterima secara otodidak. Bagaimana caranya? Yakni dengan mendengarkan dan memperhatikan rambu-rambu dan perintah dari guide. Sobat juga bisa lho bertanya secara langsung tentang gunung dan pendakian sama guide nya.  Harusnya Sobat lebih pede menggunakan Guide, ya.

  1. Sangat pengertian terhadap kemampuan fisik peserta pendaki

Dikatakan guide yang baik adalah ketika guide tersebut mampu mengedepankan kemampuan fisik para peserta pendakinya. Keadaan fisik peserta pendaki satu dengan yang lain itu memang berbeda-beda ya Sobat Muncak. Ada yang kuat hiking sejauh 400 meter, ada yang kuat hanya 1 menit, ada juga yang gampang haus, ada yang kakinya kram setiap melewati tanjakan ekstrim, macem-macem deh pokoknya. Untuk itu, biasanya sebelum masuk ke area pendakian guide selalu memberitahukan jika ada Sobat yang mengalami masalah fisik maka jangan segan-segan untuk bilang kepada guide. Nah jika memang terjadi, guide akan memberikan waktu untuk rehat sejenak kepada kita untuk mengatasi masalah fisik tersebut sampai kondisi fisik memungkinkan kembali untuk melanjutkan pendakian. Baik ya guide nya, Sobat.

Baca Lainnya:   Pemandu Gunung, Penting Ngga Sih?

Kekurangan menggunakan jasa guide:

  1.  Lumayan menguras kantong

Sobat Muncak! Bagi sebagian orang yang sangat perhitungan terhadap uang, mendaki gunung menggunakan guide memang lumayan menguras kantong, dan fakta ini benar. Dari pantauan dan wawancara tim Muncak.id kepada beberapa orang yang gemar mendaki, mereka sepakat bahwa harga guide itu bervariasi. Dan dari macam-macam jawaban mereka, Muncak.id dapat menyimpulkan bahwa harga yang termurah yakni Rp 100.000/hari sampai yang termahal yakni Rp 300.000/hari, itu pun tergantung dari gunung apa yang akan di daki Sobat. Mereka merasa uang sebesar itu akan lebih berguna untuk digunakan membeli keperluan logistik dan transport saat mendaki. Benar juga ya, Sobat.

  1.  Mendaki menjadi kurang menantang

Ada kalanya mendaki menggunakan guide menjadi kurang menantang, bahkan menciptakan sifat malas, karena kita tinggal mengikuti rambu-rambu dan perintah dari guide itu sendiri. Salah satu tim Muncak.id mengaku bahwa ia sering mendaki gunung tanpa pendaki, bahkan mendaki gunung yang belum pernah didakinya sekalipun. Menurutnya, mendaki tanpa guide adalah adrenalin yang haqiqi (pake “q” ya Sobat biar mantep haha). Namun meskipun tanpa guide, dia tetap melakukan googling tentang informasi gunung X dan bertanya kepada rekan yang pernah mendaki gunung X sebelum kegiatan pendakian. Coba saja Sobat, bersikap mandiri itu tidak salah kok.

  1.  Sekarang ini, kebanyakan guide masih ilegal

Wah, apakah benar? Bisa jadi. Sobat Muncak, tahu nggak kalau di tahun 2015 lalu Kementerian Pariwisata sudah mengeluarkan Peraturan Menteri bahwa guide adalah profesi yang sudah legal dan diakui. Meskipun guide tersebut memiliki jam terbang tinggi, namun tetap saja guide wajib bersertifikat karena mereka adalah pekerja, yang mana bekerja untuk memandu para pendaki. Sertifikat tersebut harus berstandar dari APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia). Dampaknya kalau menggunakan guide tidak bersertifikasi? Tentu ada. Kita mungkin tidak akan mendapatkan standar pelayanan yang sesuai dengan kaidah kerja APGI. Sedih sekali, Sobat.

  1.  Profesi guide tidak didominasi oleh kaum hawa

Bukan bermaksud mempermasalahkan perbedaan gender ya, Sobat. Namun yang Muncak.id maksud disini adalah peran perempuan dalam guide gunung masih sedikit. Ini agak menyusahkan ketika rombongan pendaki yang akan mendaki gunung adalah perempuan semua. Jika kita membahas norma dan susila dalam kehidupan sosial, dimanapun orang akan lebih nyaman dan aman ketika bergaul dengan sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan). Terlebih kalau yang mendaki adalah para hijaber atau muslimah taat yang ingin menikmati alam ciptaan Tuhan, kalau guide nya laki-laki kan ngga enak juga ya Sobat hehe. Harusnya dibanyakin guide perempuan itu, setuju nggak Sobat?

Menggunakan guide ataupun tidak, sebenarnya semua itu tergantung Sobat karena semua itu memiliki alasan masing-masing. Yang terpenting dalam proses pendakian Sobat tetap ramah pada alam dan tidak arogan dengan keasriannya.  Mendakilah untuk mensyukuri nikmat Tuhan, bukan mendaki untuk meraih tangga sosial. Semoga Sobat Muncak mendaki gunung dengan bijak yaa~

 

Sumber:

http://www.boyolali.go.id/pemandu-gunung-merapi-merbabu-perlu-sertifikat-kompetensi/

http://www.greeners.co/berita/standarisasi-pelayanan-jasa-pemandu-gunung-kini-diminta-bersertifikat/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *