Hanya Ada 4? Inilah Komunitas Rock Climbing di Indonesia


Komunitas Rock Climbing di Indonesia  ̶  Halo Sobat Muncak! Kali ini kita akan membahas komunitas climbing yang ada di Indonesia. Mungkin sebagian dari Sobat Muncak sudah ada yang tergabung di salah satu komunitas atau bahkan belum ada yang tahu dimana komunitas climbing itu berada. Berikut ini ada 4 daftar komunitas climbing yang ada di Indonesia. Kenapa Cuma 4, karena memang masih jarang ada komunitas independen yang berdiri sendiri diluar kelompok pecinta alam Mahasiswa. Nah, inilah 4 daftarnya:

1.     Skygers

Komunitas yang satu ini bernama Skygers Indonesia. Komunitas ini berdiri sejak tahun 1977 dan melakukan aktivitas di ketinggian dan medan terjal untuk petualangan atau juga kompetisi dan pertolongan. Dahulu, Skygers adalah kelompok pertama yang menjadikan panjat tebing sebagai sebuah spesialisasi. Meskipun mereka semua adalah pendaki gunung, tapi mereka lebih mau disebut sebagai pemanjat tebing.

Skygers memiliki sejarah yang panjang yang dimulai pada tahun 1976 dimana Harry Sulliztiarto datang dari Surabaya menuju ke Bandung untuk melaksanakan study di ITB. Ketika itu ia sudah menjadi pecinta alam dan sudah mendaki gunung dan belajar secara otodidak.

Singkat kata, singkat cerita, teman-temannya di Fakultas Seni Rupa ITB kemudian bergabung dan ikut juga mendirikan kelompok yang diberi nama Skygers. Dari yang awalnya hanya latihan dengan peralatan sederhana, Skygers lambat laun mampu mengumpulkan peralatan dari luar negeri dan juga berusaha membuat peralatannya sendiri hingga ditahun 1980, Skygers benar-benar menjadi sebuah kelompok panjat tebing pertama di Indonesia yang memiliki peralatan terlengkap di Indonesia.

Hingga akhirnya, pada perkembangannya, Skygers tak hanya menjadi sebuah komunitas, tapi juga mendirikan sekolah Panjat Tebing pertama di Indonesia dan menjadi cikal bakal semua kelompok panjat tebing di Indonesia hingga sekarang.

2.     Komunitas Panjat Tebing Merah Putih

Komunitas rock climbing Indonesia yang selanjutnya adalah Komunitas Panjat Tebing Merah Putih atau disingkat KPT Merah Putih. Komunitas ini merupakan sebuah wadah yang diprakarsai oleh beberapa pemanjat tebing yang sudah berpengalaman dan mengorganisasikan diri mereka karena mereka percaya kalau mereka membentuk sebuah organisasi, maka panjat tebing akan menjadi olah raga yang dihormati dan dihargai oleh banyak orang.

KPT Merah Putih sendiri didirikan pada tanggal 12 Desember 2012. Meskipun terbilang muda, organisasi yang tidak berorientasi profit dan tidak berafiliasi dengan organisasi potilitk manapun ini terbuka bagi semua orang. Selain itu, komunitas ini menjunjung tinggi kesetaraan dan tidak diskriminatif.

Komunitas yang satu ini punya visi yakni memakjukan para penggiat dan juga kegiatan panjat tebing itu sendiri. Misinya adalah dengan mendukung pengembangan SDM dengan berbagai macam kegiatan dari mulai akademi, konservasi tebing, wisata panjat tebing, dan juga vetical rescue.

Kelompok ini punya semboyan “Escalade et la Prosperite” yang dalam bahasa Indonesia berarti manjat tebing dan sejahtera.

Baca Lainnya:   10 Macam Peralatan Wajib Para Climber

3.     Jakarta Climbers Comunity

Kalau komunitas rock climbing Indonesia yang satu ini berdiri pada tahun 2010 dan memiliki anggota sekitar 22 orang yang terdiri dari berbagai macam usia. Komunitas ini punya jadwal latihannya sendiri yakni biasanya apda hari Selasa dan Kamis dari jam 7 malam dan juga Minggu jam 9 pagi. Latihan Jakarta Climbers Community ini sendiri mengambil tempat di Dinding Panjat Pasar Festival Kuningan.

Komunitas ini memberikan latihan dasar yang pastinya akan membuat kawan-kawan yang baru mencoba dunia panjat tebing ini menjadi ahli dan siap untuk menghadapi arena panjat tebing yang sebenarnya. Apalagi semenjak panjat tebing dilirik sebagai olah raga yang juga efektif membakar kalori. Jadi makin populer olah raga yang satu ini.

4.     FPTI

Federasi ini berdiri pada 21 April 1988 karena merespon kegiatan panjat tebing alam yang sudah berkembang dari sekian tahun sebelumnya. Pada tanggal 21 April di tahun 1988, para pendaki tersebut menyatakan pembentukan FPTI atau Federasi Panjat Tebing Indonesia di Tugu Monas. Awalnya dulu namanya bukan FPTI, tapi FPGTI atau Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia.

Pada perkembangannya, di tahun 1992, FPTI menjadi anggota dari UIAA atau Union Internasionale des Associations d’Alpinism yakni organisasi panjat tebing dunia. Lalu pada tahun 1994, FPTI menjadi anggota KONI atau Komite Olahraga Nasional Indonesia.

Hingga sekarang, FPTI masih berdiri dan menjadi badan pengayom para pecinta panjat tebing di Indonesia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *