Mari Menghijaukan Bumi Melalui Hari Menanam Pohon Nasional


Mari Menghijaukan Bumi Melalui Hari Menanam Pohon Nasional   ̶   Tanpa disadari keberadaan pohon dan kawasan hijau di Indonesia makin berkurang jumlahnya. Adanya degradasi hutan, krisis lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar, perambahan hutan, pengurangan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan, penggunaan lahan yang tidak tepat, tentunya akan berdampak pada lingkungan dan keadaan bumi kita seperti terjadinya banjir, kekeringan, tanah longsor yang memberikan dampak nyata terhadap pemanasan global. Serta bencana lainnya yang merupakan efek dari ketidakpedulian manusia dalam mengelola lingkungannya. Sehingga kawasan hijau di bumi ini nantinya semakin menipis dan berkurang atau mungkin akan punah. Hal tersebut tidak terlepas dari umat manusia dalam mengelola lahan hijau dan hutan kita. Baik secara individu maupun korporasi.

Ibarat pepatah, “habis manis sepah dibuang.” Begitulah manusia yang hidup dibumi dengan kehidupan yang tidak membumi. Mereka mengeksplorasi sumber daya alam secara berlebihan. Seperti pada pepohonan yang ditebang secara liar, penggunaan lahan untuk pembangunan besar-besaran, dibuktikan dengan semakin banyaknya pembangunan mall, hotel, hunian dan sebagainya. Sementara itu, pohon-pohon yang ditebang secara asal-asalan akan berpengaruh pada ekosistem sekitar dan mengganggu keseimbangan alam. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh manusia saja, mahluk hidup lain juga ikut merasakan dampak tersebut. Untuk manusia misalnya akan mudah terserang penyakit, sesak nafas misalnya karena salah satu fungsi pohon bukankah menyediakan oksigen untuk mahluk hidup? Ketika manusia sudah terserang penyakit bukankah biaya hidup sehat semakin mahal? Lalu bagaimana nasib hutan dan lahan hijau kita nantinya di masa depan? Dapatkah anak cucu kita menikmati hutan dan lahan hijau yang lestari dan dengan keharmonisan?

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah kita tidak tinggal diam. Menurut keputusan Presiden RI No. 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia telah ditetapkan setiap tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia atau bisa disingkat menjadi (HMPI). Berkaitan dengan hal tersebut segala upaya dan bermacam program telah dilaksanakan oleh pemerintah yaitu Bapak Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo bersama menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ibu Siti Nurbaya untuk menghijaukan bumi nusantara. Pada tahun 2016 lalu Peringatan HMPI berhasil memecahkan rekor dunia penanaman pohon sejumlah 238.000 batang yang terdiri dari 200.000 batang Kaliandra dan 38.000 batang jati pada luas area 23 hektar dalam waktu 60 menit secara serentak pada satu tempat yang dicatat Guinness World Records. Rekor tersebut berhasil memecahkan rekor menanam sebelumnya oleh Filipina yang menanam pohon sejumlah 223.000 dalam waktu 60 menit. Tema yang diangkat HMPI tahun 2016 lalu adalah “Pohon dan Hutan Rakyat, Untuk Kehidupan, Kesejahteraan dan Devisa Negara”. Tema tersebut relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah mendorong peningkatan nilai ekonomi dalam pengelolaan hutan rakyat yang selama ini terus dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, mereka telah memberikan kontribusi nyata dalam perbaikan lingkungan dan pertumbuhan industri pengolahan kayu. Kegiatan dari pemerintah tersebut patut diapresiasi dengan baik dan semoga dapat menjadi lebih baik bagi bumi dan kehidupan semua mahluk hidup nantinya.

Menanam pohon dengan berbagai macam variasi

Peringatan Hari Menanam Pohon Nasional ini sejatinya dapat menjadi momentum bagi kita semua dan Sobat Muncak untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan, hutan dan kawasan hijau di bumi kita agar tetap lestari. Jangan hanya menjadikan Hari Menanam Pohon Nasional sekedar kegiatan yang sesaat dan bersifat seremoni. Kita harus sadar bahwa peduli terhadap kawasan hutan hijau dan lahan kita tidak harus menunggu peringatan Hari Menanam Pohon Nasional. Banyak yang dapat kita lakukan untuk melestarikan dan menghijaukan bumi ini. Asalkan ada kemauan yang dibarengi dengan kesungguhan untuk secara bersama-sama mewujudkannya. Mulailah dari langkah kecil dan dari diri kita sendiri untuk menghijaukan bumi kita bersama. Sobat Muncak misalnya saat mendaki gunung dapat membawa satu batang pohon untuk ditanam di sana. Jadi nggak cuma eksis saja waktu mendaki. Mudah dan tidak muluk-muluk bukan? Mari Sobat Muncak menghijaukan bumi kita secara bersama-sama.

Baca Lainnya:   Reaksi Lucu Warganet Pendaki jika Berpapasan dengan Pendaki Lain

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *