Mendaki saat hujan

Penulis : Aprillia Indah Paramita
Mendaki saat hujan? apa jadinya? Tau gak sih fenomena alam yang seringkali muncul dengan aroma romantisme yang indah ini, ternyata bisa buat beberapa orang kesel juga. Gimana buat pendaki, hmm let’s see then… lihat beberapa hal mengenai tips mendaki saat hujan.
Gak bisa dipungkiri juga, dengan kondisi alam Indonesia yang berada di lintas tropis membuat kita hanya bisa merasakan dua musim, musim penghujan dan musim kemarau. Dua musim ini datang bergantian. So, gimana saat musim hujan datang. Ato, tiba-tiba hujan juga muncul saat musim kemarau. Yakin bakalan bikin pendakianmu tambah romantis? Cuma mereka yang suka nonton drama yang bilang demikian. Yup, benar sekali, saat hujan pendakian bakalan lebih sulit, karena bukan cuma tinggi dan terjalnya gunung yang perlu ditaklukan. Jalan setapak yang bakal semakin licin karena hujan dan udara yang semakin dingin, juga bakal siap menemani pendakianmu. Guyuran air hujan yang di kota dataran rendah saja cukup sering menyulitkan untuk bepergian, bagaimana jika di gunung. Bagi, kalian yang mood mendakinya bisa datang kapan saja, kedatangan hujan sekalipun itu tak akan menyurutkan nyali buat mendaki. Nah, kali ini kita punya beberapa tips buat kalian yang pingin tetap aman mendaki meskipun hujan.

1. Bawa Raincoat
Hujan yang lebat disertai angin yang kencang memang memberikan tantangan tersendiri bagi pecinta Alam khususnya Gunung. Kondisi cuaca di Gunung memang sangat labil, cepat berubah. Terkadang panas, dingin, kabut, badai saling silih berganti seperti pemain sepak bola. Ditambah lagi dengan  medannya yang terjal dan terkadang harus melewati rimbunya hutan. Kondisi normal (baca: cuaca bersahabat) aja udah melelahkan, apalagi jika kondisi hujan, pasti tambah membahayakan. Medan yang licin dan kabut tebal yang mengurangi jarak pandang membuat pendaki harus ekstra hati-hati. Salah melangkah bisa-bisa kita nyemplung ke jurang. Raincoat atau jas hujan harus merupakan alat wajib yang harus dibawa ketika mendaki Gunung. Selain melindungi tubuh dari hujan, raincoat juga dapat menghangatkan tubuh. Karena suhu dingin Gunung jika menyerang tubuh yang basah akan sangat berpotensi menyebabkan Hipotermia. Salah satu pembunuh paling berbahaya saat pendakian. Maka demi keamanan dan kenyamanan pendakian pilihlah raincoat yang sesuai kebutuhan kita.

2. Selalu sedia trashbag
Coverbag yang sudah menyelimuti ransel kita, terkadang tidak mampu menahan derasnya guyuran air hujan yang terus-menurus menggempurnya. Jika pertahanan dari hujan yang kita miliki hanya coverbag, tidak ada yang lain. Bersiap-siaplah berbasah-basah ria, seluruh perlengkapan alat-alat, pakaian, makanan, yang sudah kita siapkan dalam ransel akan basah semua.  Alhasil, pendakian yang kita pikir akan menyenangkan, akan berubah menjadi moment yang menyedihkan. Maka jangan pernah ambil resiko, selalu lapisi semua perlengkapan dalam ransel dengan trashbag atau plastik. Disamping melindunginya dari air hujan, plastik juga dapat menjaganya supaya tidak lembab.

Baca Lainnya:   Pendaki Remaja Tersesat Selama 3 Hari Di Merbabu

3. Siapkan kanebo atau penyerap air lainnya
Penyerap air sangat penting dibawa buat mengeringkan perlengkapanmu yang sering basah. Meskipun tas atau perlengkapan yang kamu bawa sudah kedap air, tidak jarang air hujan masih bisa merembes dan bikin perlengkapanmu jadi basah. Hal ini juga penting supaya barang bawaan kalian tetap kering dan tidak lembab, yang bisa bikin jamuran.

4. Pakai Sepatu anti-slip
Meski memakai sandal jepit terlihat lebih nyaman, tapi bakal lebih aman kalau kita memakai sepatu yang kedap air saat hujan. Jalur yang bakal kamu hadapi licin, tanahnya juga akan berubah menjadi becek dan berlumpur bahkan ada yang malah menjadi perangkap kaki. Salah-salah melangkah, kaki anda bisa terjerat dan kemungkinan buat sandal jepit putus bakal lebih tinggi. So, memakai sepatu bisa membantu kamu lebih aman dan bergerak lebih baik. Pastikan juga sepatu yang kalian gunakan alasnya masih bagus, sehingga kalian tidak khawatir terpleset.

5. Lapisi sepatu dengan geither
Sekarang ini sudah banyak sepatu outdoor yang berbahan waterproof. Tapi tetap saja bagian atas, lubang tempat masuk kaki menjadi celah besar yang dapat dimasuki oleh air hujan, Meski sudah menggunakan celana jas hujan, tetap saja air hujan bisa masuk dan membanjiri kaki kita. Untuk meminimalisir kondisi tersebut, kita bisa menggunakan geither. Pilihlah geither yang berbahan waterproof dan kualitasnya baik, agar pendakian yang kita lakukan aman dan nyaman, meskipun kondisi hujan.

6. Lindungi tenda dengan tambahan Flysheet dan buat aliran air di sekeliling tenda
Hujan terkadang turun, ketika kita sedang nyenyak beristirahat. Melepas lelah, setelah menempuh pendakian yang sangat sulit. Namun bagaimana jadinya ketika kita sedang nyeyak-nyeyaknya tidur, hujan turun menyapa. Tenda yang kita rasakan bagaikan hotel, seketika berubah menjagi rumah reot. Ketika tetesan air hujan mulai menyusup ke dalam tenda kita. Tak hanya serangan dari udara (baca: atas) yang meyerang, lokasi pembuatan tenda yang apa adanya (karena hanya itu tempat yang tersisa, yang lain sudah ditempati tenda pendaki) membuat serangan darat pun tidak kalah hebat. Derasnya air yang mengalir melewai atau menggenangi tenda kita, akan sangat mengganggu tidur kita. Jika kita tidak ingin serang darat itu menggangu perjalanan mimpi kita, siapkanlah aliran air di sekeliling tenda kita. Dan jangan lupa bawalah tambahan flysheet untuk melindungi tenda, dari serangan udara.

Nah, itulah beberapa tips biar pendakian kalian tetap aman meski saat diguyur hujan. Meskipun begitu, perencanaan pendakian yang baik tetap harus dilakukan. Pemilihan gunung, persiapan cuaca, pemilihan tenda juga sangat penting untuk diperhatikan. Ingat, walau hujan tak meruntuhkan semangat kalian mencapai puncak, tapi jangan terlalu dipaksakan jika kondisi dan persiapan kalian tidak cukup. Kembali dengan selamat tetaplah menjadi tujuan utama. So, siap buat berpetualang lagi. Rencanakan dengan bijak! Salam pendaki.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *