Mengapa harus mendaki Gunung?

Begitu banyak orang yang kini tergila-gila mem-posting foto-foto mereka di gunung. Media sosial bersama perkembangan teknologi melangkah bersama dan terus me-upgrade berbagai fasilitas untuk mendukung hal itu. Tapi apakah hanya sekedar untuk “pamer” foto di media sosial? “Tentu tidak”. Mendaki gunung, memang bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Tapi bukan berati mudah juga, buktinya banyak orang yang mengalami kecelakaan ketika mendaki gunung. Berbagai kasus kecelakan sudah sering kita dengar, mulai dari kecelakaan ringan (hanya terluka) hingga kecelakaan yang menghilangkan nyawa. Hal ini kembali kepada kesiapan para pendaki itu sendiri. Pamer foto tentu  terlalu remeh untuk dijadikan tujuan mendaki gunung. Setidaknya kita harus punya tujuan utama yang lebih keren dari pada itu. Berikut adalah beberapa tujuan seseorang mendaki Gunung.

1.    Pengalaman
Bagi para pemula, yang belum pernah merasakan mendaki gunung. Pengalaman menjadi tujuan sederhana yang harus dimiliki. Namanya juga baru pertama kali, tujuannya jangan “muluk-muluk” dulu, cukup tahu rasanya mendaki gunung itu seperti apa. Kalo kata orang sih “kesan pertama itu menggoda, selanjutnya terserah anda”. Hal ini merupakan tujuan pertama dan akan menjadi penentu bagi tujuan-tujuan selanjutnya.  Ada orang yang sekali mendaki, terus kapok nggak mau mendaki lagi. Namun tidak sedikit yang justru, ketagihan ingin mendaki gunung yang lain. Lebih baik ketagihan naik gunung daripada ketagihan mirasantika (minuman keras dan narkotika).
2.    Prestise
Pengakuan dari orang memang penting, tapi itu bukan segalanya. Orang –orang yang mendaki gunung untuk tujuan prestise atau pengakuan diri dari orang lain, bagi mereka puncak adalah harga mati. Mereka akan berjuang keras untuk mencapai puncak, mereka beranggapan bahwa semakin banyak puncak yang telah mereka takluk-kan, semakin tinggi pula prestise yang mereka dapatkan. Bahkan mereka akan meninggalkan teman timnya yang sudah tidak kuat, untuk mencapai tujuannya tersebut. Kalo kata bang haji Roma Irama sih “Sungguh terlllaluuuuu…”.

3.    Hobi
Orang-orang yang mendaki gunung sekedar untuk hobi, biasanya mendaki gunung hanya sekedar untuk rekreasi, mengisi waktu luang atau melepas kepenatan. Mereka biasanya mendaki gunung untuk menikmati pemandangan alam, menghirup udara segar atau sekedar ingin masak di dalam tenda. Bagi mereka puncak bukanlah harga mati, karena yang mereka kejar hanyalah kepuasan semata.

4.    Pekerjaan
Banyaknya orang-orang yang melakukan pendakian telah menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Salah duanya adalah porter dan pedagang. Porter adalah orang yang dibayar oleh para pendaki untuk membantu membawakan barang-barang mereka. Seringkali porter juga diminta untuk menyiapkan makanan, atau lebih tepatnya mereka dibayar untuk membatu para pendaki yang malas namun “berduit”. Pedagang juga tidak mau ketinggalan, tahu bahwa di gunung sedang ramai orang, mereka pun ikut “mendaki “ sambil membawa banyak barang dagangan tentunya. Gimana, apakah kalian tertarik untuk menekuni pekerjaan ini? Itung-itung buat tambahan penghasilan, “sambil menyelam minum air“. 
 
5.    Ilmu pengetahuan
Gunung tidak hanya menjadi tempat yang menawarkan keindahan pemandangannya. Bagi orang-orang konsentrasi didunia akademik, khususnya ilmu alam. gunung merupakan laboratorium yang sangat besar. Banyak fenomena alam yang dapat diteliti darinya, maka tidak heran jika banyak ahli sains yang mendaki gunung untuk melakukan penelitian. Seperti ahli biologi yang melakukan klasifikasi flora dan fauna, ahli Vulkanologi dan Geologi yang meneliti kondisi pada di kawah gunung berapi , atau mungkin ahli sastra yang mencari inspirasi di puncak gunung. Orang-orang seperti ini biasanya mengabaikan prestise atau bahkan keselamatan mereka sendiri, karena bagi mereka menemukan jawaban atas pertanyaan dalam dirinya adalah segalanya.

Baca Lainnya:   Mendaki saat hujan

6.    Pelestarian dan penyelamatan
Orang-orang yang mendaki gunung untuk tujuan pelestarian dan penyelamatan biasanya dilakukan oleh para pecinta alam, tim SAR atau polisi hutan. Tujuan mereka jelas dan sangat mulia, misalnya pecinta alam yang melakukan penanaman pohon di lereng gunung, ekspedisi bersih-bersih gunung dari coret-coretan dan sampah,  perbaikan jalur pendakian yang tidak jelas (jalur bayangan, yang sering membuat pendaki tersesat). Tim SAR yang mendaki gunung untuk mengevakuasi pendaki yang cidera atau mencari pendaki yang hilang. Polisi gunung yang mendaki gunung untuk patroli, menjaga hutan dari bahaya kebakaran, pembalak dan pemburu liar.

7.    Mengasah pribadi
Tujuan inilah yang menjadi final bagi setiap orang yang menggunakan kesadaran hati dan pikirannya. Dia akan mencari hakikat hidupnya, dari mana, akan kemana dan melalui mana dia akan sampai. Hamparan rumput hijau dan lautan awan tak sebatas pemandangan indah baginya, lebih dari itu Dia akan mampu menemukan Tuhan dari setiap ciptaan-Nya. Mereka mampu mengambil pelajaran dari alam dan berdamai dengan hidupnya. Mereka tidak lagi mengejar “prestise”, karena tujuan hidup mereka jauh diatasnya.

Lalu bagaimana dengan anda, apa yang menjadi tujuan Anda mendaki gunung? Sudahkan kita menemukan tujuan itu di gunung? Atau Anda justru bingung dengan tujuan Anda selama ini mendaki gunung?

gunung pendaki hiking hiker mountain mount

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *