Naik Gunung Pas Puasa? Cek Persiapan yang Perlu Kita Perhatikan

Naik gunung itu pilihan. Kondisi apapun termasuk saat tibanya Bulan Suci Ramadhan, temen-temen bisa memilih untuk mendaki atau menunggu waktu yang tepat seusai puasa. Beberapa hari lagi, kita masuk ke bulan Ramadhan 1437 H. Bagi temen-temen pendaki gunung, adakah yang memantapkan niat buat muncak di bulan puasa? Seorang teman pernah berbagi pengalaman, dia sering naik gunung waktu bulan puasa, sahur di puncak sambil menunggu sunrise, lalu turun setelahnya. Memang dia pendaki pro dan tetap berniat menjaga ibadahnya biar tidak mudah terganggu. Seru? Tentunya ada banyak godaan buka sebelum waktunya.
Dr. Ratih Citra Sari, dokter sekaligus traveller di bidang pendakian, menyempatkan diri membagikan beberapa tips menjaga stamina dalam kegiatan pendakian terutama saat puasa. Menurut dr. Ratih, pada hakikatnya pendakian saat berpuasa memang memerlukan persiapan fisik yang lebih baik. Jika tidak tubuh akan mengalami “stres fisik” berupa kekurangan cairan dan kalori yang cukup signifikan.
Cara mensiasati agar tidak mengalami “stres fisik” tersebut antara lain :
1. Menabung cairan, yaitu dengan mengkonsumsi banyak air (2,5-3 liter) dalam masa setelah berbuka hingga sahur.
2. Menyiapkan logistik dan perbekalan makanan sahur dan buka yang tinggi kalori, protein, dan serat seperti tahu, tempe, telur dan buah-buahan.
3. Mengalokasikan waktu pendakian lebih panjang, misalnya biasanya jarak ditempuh dalam 2 hari dibuat menjadi 3-4 hari, sehingga tidak terlalu lelah. Otot yang lelah akan mudah cedera dan dapat berakibat serius dikemudian hari.
So, memilih naik gunung atau gak, semua ada di niat temen-temen. Hal paling utama adalah keselamatan diri sendiri dan tim dengan persiapan yang oke. Selamat mendaki, selalu ingat untuk menjaga kesehatan dan alam ya!
Baca Lainnya:   Tips Aman Dan Nyaman Menggunakan Gadget Dalam Pendakian

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *