Perbedaan Guide Dan Porter Dalam Pendakian

Halo Sobat Muncak, berbicara tentang gunung memang tidak pernah lepas dari profesi guide dan porter. Namun sebelumnya apakah Sobat tau apa yang disebut dengan guide dan apa yang disebut porter dalam pendakian?

Guide adalah orang yang membantu kita dalam pemanduan dunia pendakian. Tugasnya bisa segala macam, namun yang paling umum tugas guide adalah pemberi informasi layaknya guide dalam dunia pariwisata.

Nah, sedangkan porter adalah orang yang membantu kita dalam hal pembawaaan barang-barang. Tugasnya memang mirip seperti porter yang ada di bandara, yang membedakan hanyalah tempatnya karena porter yang ini ada di gunung.

Memang ya Sobat, guide dan porter memiliki peran, ciri dan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu tidak perlu berlama-lama lagi, disini tim Muncak.id akan membahas tentang perbedaan guide dan porter. Here we go!

Perbedaan guide dan porter

Guide

  1. Biasanya posisi guide berada di paling depan, untuk memberi petunjuk jalan kepada para pendaki yang berada di belakangnya
  2. Fisik guide diutamakan prima, namun yang terpenting adalah seorang guide bisa mentoleransi fisik para pendaki
  3. Barang yang dibawa guide adalah barang yang seperlunya digunakan untuk dirinya sendiri dan perangkat keselamatan untuk para pendaki. Biasanya hanya menggunakan carrier berukuran diatas 50 liter
  4. Ongkos guide ada yang dibagi rata dengan porter, atau bisa jadi ongkos guide lebih tinggi. Ini dikarenakan guide memang layak dibayar atas jasanya yang sangat berperan penting bagi kelangsungan pendakian
  5. Guide tidak terikat harus asal dan domisili darimana, yang jelas guide harus berpengalaman (terlebih bersertifikat) dan mampu membaca medan gunung-gunung tertentu
  6. Skill tambahan yang dimiliki guide adalah planner (perencana pendakian), advisor (pemberi nasihat tentang kependakian), translator (penerjemah bahasa), komunikator (memiliki teknik penyampaian infomasi yang menarik) dan atau bahkan joking-center (berjiwa pelawak)
  7. Secara stratifikasi, kelas dan kualitas guide memang lebih tinggi daripada porter. Oleh karena itu, dapat dipastikan guide dulunya pernah melewati masa-masa menjadi porter. Namun hal ini tidaklah wajib apakah menjadi guide harus menjadi porter dulu, tergantung dari cara masing-masing guide dalam meraih karir guide tersebut.

Porter

  1. Posisi porter bisa di tengah, bisa di belakang. Fungsi gandanya untuk menjadi sweeper dalam mengawasi para pendaki agar tetap pada rombongan
  2. Beda dengan guide, fisik porter luar biasa kuat. Karena porter harus membawa barang-barang para pendaki yang sangat berat
  3. Ongkos porter ada yang dipukul rata dengan guide, atau malah bisa jadi ongkos porter lebih rendah daripada guide. Mengapa begitu? Karena peran porter hanyalah sekedar pembawa barang
  4. Barang yang dibawa porter lebih banyak dibanding guide, isinya berupa bahan logistic, alat-alat masak, dan bahkan barang bawaan para pendaki sekalipun. Dalam membawa barang tersebut, ada yang memakai carrier berukuran sangat besar ataupun yang paling ekstrim menggunakan dua keranjang besar yang dipikul dengan bambu
  5. Porter juga tidak terikat asal dan domisilinya, namun kebanyakan porter yang mumpuni adalah orang-orang asli kaki gunung yang mana kesehariannya menjunjung kayu bakar dan hasil perkebunan di lereng gunung
  6. Tidak banyak skill tambahan yang dimiliki porter, selain kitchener (juru masak) dan neat-man (juru kerapian dan kebersihan)
  7. Strata porter dapat dikatakan masih dibawah guide, dikarenakan porter masih menerima ilmu-ilmu dasar tentang pendakian. Porter boleh naik menjadi guide (jika sudah matang dan siap), boleh saja tetap menjadi porter, tergantung pilihan hati dari porter tersebut.
Baca Lainnya:   Sindoro In Memoriam

Meskipun guide dan porter banyak perbedaan, namun guide dan porter sebenarnya memiliki peran, ciri dan fungsi yang hampir sama, Sobat. Terutama dalam suatu kondisi yang accidental. Contoh kasusnya yakni jika terdapat rombongan pendaki terjadi sakit atau kecelakaan, baik guide maupun porter harus bertanggung jawab bersama-sama untuk memberikan perawatan berupa pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) secara sebaik-baiknya.

Sobat, selain itu banyak yang beranggapan jika profesi porter lebih tidak manusiawi dibanding guide. Sebenarnya anggapan tersebut relatif terhadap kita, karena yang menyebabkan profesi porter tidak manusiawi adalah kita sendiri sebagai pengguna.

Porter memang bertugas membawa barang kita, namun jangan semuanya barang yang kita bawa diserahkan sepenuhnya kepada porter. Lihat, kalau semuanya diserahkan kepada porter, siapa yang bikin anggapan porter semakin tidak manusiawi? Ya kita sendiri. Porter juga manusia lho Sobat, yang punya batas kekuatan dan batas letihnya sendiri.

Oleh karena itu Sobat Muncak, kita tidak boleh memandang remeh profesi satu dengan yang lain ya. Semua profesi itu baik, dan semua peran pasti berguna. Perbedaan ini hanyalah untuk memperjelas peran guide dan porter, sehingga Sobat Muncak menjadi lebih tahu gambarannya.

Semangat Sobat Muncak! Salam Lestari.

http://www.ambaradventure.com/2007/02/tanggung-jawab-terhadap-porter-dan.html

http://argopura.blogspot.co.id/2013/10/Pendaki.gunung.porter.rinjani.html

 

Headline picture from: http://lombokatraktif.blogspot.co.id/2016/10/dampak-penutupan-rinjani-porter-dan.html

Intermezzo:

Di Nepal, tepatnya di pegunungan Himalaya, tenaga porter digantikan oleh hewan ternak lho Sobat Muncak. Ya, mereka menggunakan Yak, seekor lembu berbulu panjang. Unik ya, Sobat!

himalayan-porter-and-guide

Source:

http://www.trekkingtoeverest.com/uploadImage/content/c7dccd30c61bbf81b517111bbc32750e.jpg

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *