Tebing Uluwatu, Surganya Para Climber

Tebing Uluwatu

Tebing Uluwatu


Tebing Uluwatu, Surganya Para Climber  ̶  Hallo sobat Muncak yang doyan climbing! Gimana kabarnya kali ini? Kita ketemu lagi di satu artikel yang akan membahas secara dalam soal salah satu spot panjat tebing terbaik yang ada di Indonesia. Tempat tersebut pasti sudah sering didengar oleh para pemanjat di seluruh Indonesia yaitu tebing Uluwatu.

Nah, Tebing Uluwatu adalah salah satu tempat yang ada di pulau Bali. Tempat ini biasanya menjadi ikon utama untuk para wisatawan domestik atau pun wisatawan mancanegara. Uluwatu sesungguhnya adalah nama sebuah kecamatan yang ada di selatan Bali dan dikenal juga sebagai ekor pulau Bali.

Bagi orang-orang Bali, Uluwatu adalah sebuah tempat ibadah yang utama karena termasuk dalam 10 pura terbesar yang ada di pulau Dewata. Pura ini memiliki keunikan yang membuatnya beda dari pura yang lain di Bali. Pura ini terletak di bibir tebing yang punya jurang sedalam 75-100 meter dari permukaan laut.

Di kawasan pura di Uluwatu ada flora dan fauna yang menarik dan di antaranya tumbuh bunga bangkai atau bahasa ilmiahnya Amorphophallus Titanium. Selain itu di Pura Uluwatu ini juga punya monyet ekor panjang yang sangat jahil dan suka merampas aksesoris para pengunjung. So, kalau Sobat Muncak datang kesana harus sangat berhati-hati kalau bawa perhiasan atau kamera pocket.

Kalau Sobat Muncak ingin memasuki kawasan wisata yang ada di Uluwatu, kalian harus mengurus surat ijin yang bisa disampaikan kepada pecatu Uluwatu atau kepala desa. Kita harus mematuhi semua aturan disana. Salah satunya adalah harus mengikuti sambutan adat disana dan harus membawa sajen untuk kemudian dibimbing oleh pendeta di pura untuk berdoa agar selalu diberikan keselamatan selama melakukan prosesi memanjat tebing Uluwatu.

Baca Lainnya:   10 Macam Peralatan Wajib Para Climber

Nah, Sobat Muncak yang ingin memanjat di Uluwatu haruslah memiliki tim yang lengkap yang melakukan survey untuk tahu tentang tebing tersebut dan bagian-bagian mana yang akan dibor untuk nantinya dipasang bold pengaman dan digunakan nanti ketika memanjat.

Dari beberapa tim yang sudah pernah memanjat di Tebing Uluwatu adalah jenis batuannya yakni batuan kars. Meskipun begitu tetap ada beberapa jalur yang bisa ditanam bold dan disana sudah ada beberapa jalur yang pernah dipakai para tim yang pernah memanjat Tebing Uluwatu.

Selain persoalan batu, disana Sobat Muncak juga harus berhati-hati soal suhu udara yang dingin karena hal itu juga bisa menganggu proses memanjat. Selain itu kekuatan angin juga harus diperhatikan. Pada intinya, semua aspek tidak boleh diacuhkan begitu saja karena Sobat Muncak akan memanjat di ketinggian 100 meter dan kalau jatuh ya… bisa koit. Kan nggak lucu kalau manjat terus jatuh dan meninggal. Bukan suatu hal yang diharapkan para climber tentunya.

Nah, di Tebing Uluwatu ini ada beberapa jalur yang sudah pernah dilewati oleh para pemanjat dari berbagai tempat. Salah satunya adalah sebuah jalur yang memiliki nama Rafflesia yang dimiliki oleh KAMPALA FP UNIB yang berhasil membuka sebuah jalur baru yang ternyata di sebelahnya juga ada jalur lain yang dibuat juga oleh para pecinta alam dari kampus yang lain.

Kira-kira itulah yang bisa Sobat Muncak perhatikan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *