Yuk, Mempertahankan Keanekaragaman Hayati Untuk Menopang Kehidupan Mahluk Hidup


Yuk, Mempertahankan Keanekaragaman Hayati Untuk Menopang Kehidupan Mahluk Hidup    ̶    Menengok sejarah tepatnya pada tanggal 22 Mei 1992 mulai ditetapkan sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (The International Day for Biological Diversity; IBD) yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa cinta seluruh penduduk bumi terhadap keanekaragaman hayati atau biodiversitas. Diperingati pertama kali pada 29 September 1993 berdasarkan penetapan Komite Kedua Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1993. Penetapan tanggal 29 Desember sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia bertepatan dengan pelaksanaan Konvensi Tentang Keanekaragaman Hayati (COP-Conventionn on Biological Diversity) dan juga bertepatan dengan liburan akhir tahun. Kemudian pada Desember 2000, PBB mengadopsi tanggal 22 Mei sebagai Hari Internasional untuk keanekaragaman Hayati (The International Day for Biological Diversity). Akhirnya tanggal 22 Mei 1992 menjadi tanggal pengesahan atau Teks Kesepakatan Keanekaragaman Hayati di pertemuan Nairobi, Kenya yang berlangsung pada tanggal 11-22 Mei saat itu.

Seperti yang Sobat Muncak tau, Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia yang wajib kita banggakan sampai saat ini. Indonesia menjadi Megabiodiversiti dari 12 Negara yang mengandung sekitar 75% keanekaragaman hayati bumi yaitu Brazil, Kolombia, Ekuador, Peru, Meksiko, Republik Demokratik Kongo, Madagaskar, Cina, India, Australia dan Malaysia. Sehingga hal ini patut kita apresiasi dan syukuri secara bersama-sama.

Indonesia juga kaya akan tanaman obat dan tumbuhan yang meliputi 30.000 jenis tumbuhan dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia. 940 jenis diantaranya merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang 90% adalah jumlah tumbuhan obat di Asia. Sebanyak 20-22% sekian banyak jenis tanaman obat dibudidayakan dan 78% diperoleh langsung melalui eksplorasi dari hutan. Potensi tanaman obat di Indonesia termasuk dari hutan, apabila dikelola dengan tepat dan benar akan memberikan manfaat yang luar biasa baik dari segi ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.

Baca Lainnya:   Lari Malam Hari di Jogja? Yuk Gabung Komunitas Lari Playon

Selain itu berbagai manfaat yang diberikan oleh keanekaragaman hayati di dunia ini sangat mendukung kehidupan manusia di bumi. Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Kesehatan dan penelitian biomedis dapat dikembangkan menjadi obat-obatan untuk menjaga kesehatan manusia, mengobati dan menyembuhkan penyakit.
  2. Kebutuhan sebagai sumber makanan dalam bidang pertanian, peternakan, ikan dan makanan laut.
  3. Keseimbangan hidup dan industri: tekstil, bahan bangunan, kosmetik, dll.
  4. Estetika, pariwisata dan rekreasi: Pantai, Hutan, Taman Ekowisata.
  5. Saldo untuk kehidupan manusia di masa kini dan nanti.

Mengetahui hal tersebut tentu tidak cukup jika kita hanya membanggakan Indonesia dengan kekayaan keanekaragaman hayatinya. Lebih dari itu, dibutuhkan tindakan nyata sangat diperlukan untuk menjaga, memelihara dan menyelamatkan spesies dan keanekaragamannya. Karena keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dari layanan ekologi yang membuat manusia dan mahluk hidup lainnya layak huni di bumi. Ketika keanekaragaman hayati terganggu, kelayakan hidup manusia juga ikut terganggu, Jika keanekaragaman hayati hancur dan lenyap maka hancur dan lenyap pula kehidupan di bumi karena bumi menjadi tidak layak huni.

Bukankah Sobat Muncak dan kita semua tidak menginginkan hal tersebut terjadi? Lakukanlah hal-hal kecil dan sederhana yang dimulai dari sendiri untuk bumi kita bersama. Misalnya mulailah membuang sampah ditempatnya, dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan. Dengan mempertahankan keanekaragaman hayati berarti Sobat Muncak sudah ikut serta mempertahankan jaringan kehidupan yang menopang semua mahluk hidup di dunia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *